Viewtrader - Grow your social channel

Sabtu, 19 Desember 2020

Cara Mengetahui Emas Asli Atau Palsu Sebelum Investasi Emas

        Emas senantiasa menjadi instrumen penting dalam rencana keuangan. Sejak dahulu sampai sekarang, emas adalah aset penting untuk menyimpan kekayaan.

Emas juga sangat cocok untuk perhiasan maupun investasi. Penjualan emas pun selalu meningkat, sehingga tidak sedikit oknum yang memanfaatkan situasi itu untuk mengambil keuntungan dengan cara yang tidak benar.

Untuk itu, jika Anda memiliki koleksi emas maupun hendak membeli yang baru, ada baiknya Anda melakukan serangkaian tes untuk mengecek keaslian emas dengan beberapa cara seperti berikut ini.

 

1. Perhatikan dengan baik bagian fisik dari emas tersebut

Perbedaan antara emas asli dan emas palsu bisa dilihat dari fisiknya. Anda bisa lihat tanda–tanda khusus yang biasanya ada di emas murni atau emas batangan. Misalnya saja ada cap yang menandakan kadar emas tersebut. Umumnya menggunakan satuan fineness, tetapi lazimnya dikenal dengan menggunakan satuan karat dalam angka mulai dari 10K, 18K, dan 24K.

Kamis, 03 Desember 2020

Saat Berkendara Di Musim Hujan, Hati-Hati Dengan Aquaplaning (Hydroplaning) | [Video Mobil Terkena Aquaplaning]


 Halo sonizen, pada saat hujan, biasanya di beberapa ruas jalan kita melihat adanya genangan air, tahukah anda bahwa ada bahaya dibalik genangan air tersebut?. Kelihatannya memang sepele namun pernahkan anda mendengar berita bahwa adanya kecelakaan akibat kendaraan tergelincir setelah melewati genangan air ?, Kejadian ini terjadi akibat aquaplaning/hydroplaning.  Apa itu aquaplaning/hydroplaning ?

Aquaplaning adalah suatu kondisi dimana ban kendaraan seolah mengambang karena air yang terdapat pada alur tapak ban begitu banyak dan tidak sanggup dibuang secara sempurna sehingga ban kehilangan traksi pada aspal.  

Aquaplaning terjadi ketika kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi melintasi jalanannya yang permukaannya tergenang air. Ketika melintasi genangan air tersebut, jumlah dari genangan air yang terkumpul didepan kendaraan akan melebihi kemampuan ban dalam membuang air kebelakang. Akibatnya air tersebut tidak terbuang kebelakang dan akan membentuk sebuah lapisan tipis di jalan sehingga membuat ban tidak memiliki traksi pada permukaan jalan atau ban tidak menapak pada jalan.